Mahasiswa Magister Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan membuat briket dari sampah daun kering

kegiatan ini dilakukan dalam bentuk Program Pemberdayaan Ummat (PRODAMAT). Kegiatan ini dilasanakan di Dusun Diro, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta.

pemberdayaan masyrakat melalui pembuatan briket sampah yang bahan utamanya adalah daun kering ini diprakarsai oleh Rusli Irwanto, Budi, Aprilia, Jayati  dan Ulviana yang kemudian dibimbing oleh salah satu dosen magister pendidikan fisika Yudhiakto Pramudya, Ph.D. untuk membuat suatu alternatif bahan bakar kebutuhan rumah tangga. para mahasiswa prodamat ini mencoba untuk memanfaatkan dan mengolah daun kering menjadi sesuatu yang berguna, yaitu briket.

Pembuatan Briket

Pengembangan briket daun kering sebagai sumber bahan bakar energi alternatf biomassa ramah lingkungan. Briket daun kering juga  memiliki keunggulan yang tidak kalah dibanding sumber bahan bakar minyak tanah maupun gas elpiji. Selain murah, praktis, mudah menyala dan briket ini siap pakai. Proses pembuatan briket ini menggunakan bahan dasar utama daun kering, ditambah tepung kanji dan air. Untuk bisa menjadi briket, daun kering ini harus melalui proses pengeringan, pengarangan (pirolisis), pencampuran, pencetakan dan pengeringan akhir.