Yogyakarta, 11 April 2021.  Program Studi Magister Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan mengadakan kegiatan Webinar The Mobile Learning Implementaion for Physics Lesson in Indonesia. Kegiatan ini dilakukan untuk membantu saudara kita di Nusa Tenggara yang terkena korban banjir. Selain untuk menambah pengetahuan kegiatan ini juga dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana yang menimpa Nusa Tenggara. Dana yang terkumpul dari webinar ini sepenuhnya akan didonasikan ke korban banjir NTB dan NTT. Sampai pada tanggal 12 April 2021 jumlah dana terkumpul sebanyak Rp. 5.350.000 dan donasi masih ditunggu sampai tanggal 15 April 2021. Kegiatan  dilakukan dengan menggunakan aplikasi Zoom dan telah menarik minat para peserta sebanyak 43 orang. Peserta yang terlibat terdiri dari berbagai macam kalangan mulai dari mahasiswa, guru hingga dosen. Selama acara webinar berlangsung, Guru Besar Teknologi Pembelajaran Universitas Ahmad Dahlan Prof. Dr. Ir. Dwi Sulisworo, M.T selaku pemateri memaparkan materi penerapan mobile learning untuk pembelajaran fisika di Indonesia.

Saat ini masih dilakukan penelitian tentang penerapan blended learning, dimana isu blanded learning ini berkaitan dengan mobile learning. Setelah pandemi covid-19 terjadi, jumlah penelitian ini meningkat secara eksponensial. Menurut Prof.Dr.Ir.Dwi Sulisworo, M.T, pembelajaran di Abad 21 telah mendorong pada lingkungan, dimana siswa dituntut tidak hanya sekedar menguasai materi tetapi harus menguasai tripel C (Creative, Collaborative, dan Critical Thinking Skills).  Penelitian Mobile Learning bertujuan untuk mengetahui tren implementasi Mobile Learning dan kesiapan teknologi untuk menggunakan pembelajaran Mobile Learning. Penelitian dilakukan dari tahun 2015 hingga 2020 yang didanai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Kajian ini merupakan refleksi pemerataan akses pendidikan di Indonesia berdasarkan berbagai capaian sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan pengukuran aplikasi Mobile Learning di sekolah. Meskipun dari segi literasi TIK para guru sudah baik, namun pemanfaatan teknologi seluler untuk pembelajaran cenderung masih rendah. Penelitian mobile learning yang dilakukan di pulau-pulau dekat kota juga berjalan dengan baik dalam hal ketersediaan jaringan internet. Namun akses yang rendah masih terasa di beberapa pulau terpencil. Hasil pelatihan dan pendampingan guru di beberapa sekolah menunjukkan bahwa guru dengan mudah menyesuaikan diri dalam menerapkan strategi pembelajaran untuk mencapai hasil belajar yang sesuai.

Program studi Magister Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan menyiapkan para mahasiswa dan dosen dapat memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran secara maksimal. Terbukti dengan kegiatan perkuliahan daring yang dilakukan di masa pandemi Covid-19 dengan memanfaatkan teknologi seluler sehingga menjadikan perkuliahan tetap berjalan dengan baik.