SOSIALISASI INSTRUMEN LAMDIK 3.0 SESUAI PERMENDIKTISAINTEK 39 TH 2025
Bertempat di Ruang Sidang Utama LLDIKTI Wilayah V, pada hari Kamis, 29 Januari 2026, Pukul 08.30 – 12.30 WIB dilaksanakan sosialisasi instrumen lamdik 3.0. Kegiatan ini dikhususkan untuk prodi yang akan habis masa akreditasinya tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka fasilitasi peningkatan mutu Perguruan Tinggi.
Ada beberapa perbedaan antara lamdik 2.0 dan lamdik 3,0. Pada era LAMDIK 2.0, akreditasi masih sangat terasa sebagai proses administratif-akademik. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa program studi kependidikan telah memenuhi standar minimum yang ditetapkan: kurikulum tersedia, dosen memenuhi kualifikasi, sarana prasarana ada, dan dokumen lengkap. Penilaian sangat kuat pada input dan proses—berapa jumlah dosen, bagaimana RPS disusun, bagaimana kegiatan pembelajaran dirancang. Dalam konteks ini, mutu dipahami sebagai kepatuhan terhadap standar. Program studi yang rapi secara dokumen dan prosedur cenderung memperoleh hasil baik.
Memasuki LAMDIK 3.0, paradigma tersebut bergeser cukup signifikan. Akreditasi tidak lagi bertanya “apakah standar sudah dipenuhi?”, tetapi “apa dampak nyata dari penyelenggaraan pendidikan itu?”. Fokus utama berpindah ke outcome dan impact. Yang dinilai bukan hanya bagaimana pembelajaran dirancang, tetapi apa yang benar-benar dihasilkan: kualitas lulusan, relevansi kompetensi dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, kontribusi dosen dan mahasiswa bagi sekolah, komunitas, dan kebijakan pendidikan.
LAMDIK 3.0 menekankan budaya mutu yang hidup, bukan sekadar dokumen mutu. Program studi didorong untuk menunjukkan bahwa Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) benar-benar berjalan sebagai siklus refleksi dan perbaikan berkelanjutan, bukan hanya laporan tahunan. Bukti-bukti yang dihargai adalah praktik baik (best practices), inovasi pembelajaran, rekam jejak kolaborasi, serta keberlanjutan program, bukan sekadar kelengkapan berkas.
Jika LAMDIK 2.0 cenderung melihat masa kini—apa yang ada dan sedang dilakukan—maka LAMDIK 3.0 juga melihat masa depan: visi keilmuan, peta jalan pengembangan program studi, dan kesiapan menghadapi perubahan zaman, termasuk transformasi digital dan karakter generasi baru peserta didik.


Menindaklanjuti Surat Kemdiktisaintek nomor: 5719/LL5/AL.04/2025 tanggal 5 November 2025 tentang Peningkatan Kepatuhan Pengelolaan Keuangan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dan pemberitahuan temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) terkait pengelolaan dan pertanggungjawaban dana penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan perguruan tinggi, LPPM UAD mengundang Bapak/Ibu pada agenda Sosialisasi pengelolaan dan pertanggungjawaban dana penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan perguruan tinggi secara daring.
Acara pertama disampaikan laporan oleh kepala BAA data-data calon mahasiswa UAD. dilanjutkan dengan sambutan Rektor. Dalam sambutannya berpesan agar data dari BAA dapat dijadikan landasan untuk strategi promosi baik konvensional maupun modern. Sampai saat ini promosi konvensional masih efektif . Termasuk juga supaya dioptimalkan Humas Fakultas. dalam sambutannya WR akademik menyampaikan tugas semua sivitas akademika adalah 3M yaitu mencari mahasiwa, mengajar, meluluskan, dan syukur bisa memastikan mahasiswa dapat bekerja. Untuk itu diperlukan Niat, mindset, dan semangat supaya diperoleh mahasiswa dan diridloi oleh Allah. Secara teknis dilakukan sinergi, kolaborasi, dan koordinasi semua pihak kepada semua pihak. Di Prodi S2 Pendidikan Fisika sendiri hari ini Jam 10.00 WIB akan dilaksanakan rapat untuk melaksanakan Kuliah Perdana Semester Ganjil Tahun 2025/2026 dengan Ruang Guru. Ruang guru untuk diajak berkolaborasi mengingat perannya dapat menjadikan peluang bagi guru untuk mengupgrade cara mengajar di era digital. Juga untuk fresh graduate dapat dijadikan peluang untuk meniti karir dengan memanfaatkan media terkini di era digital. WR Keuangan dalam sambutannya menyampaikan beberapa jenis beasiswa yang ditawarkan UAD. Tidak kurang dari 8 jenis beasiswa ditawarkan untuk S1 dan 6 jenis untuk pascasarjan. Beasiswa ini diterimakan baik oleh pemerintah maupun perwakilan masyarakat. Tahun 2025/2025 tersalur dana untuk beasiswa sebanyak 15 Milyard. 