Pertemuan Ilmiah Physical Society of Indonesia (PSI) Cabang DIY–Jateng XXXVIII Bahas Penguatan Peran Fisika yang Berdampak
Pertemuan Ilmiah Physical Society of Indonesia (PSI) Cabang DIY–Jateng XXXVIII telah diselenggarakan dengan menghadirkan berbagai agenda strategis untuk memperkuat kontribusi fisika bagi masyarakat dan pembangunan daerah. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota PSI dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Ketua PSI Cabang DIY–Jateng, Prof. Gedhe Bayu Suparta, Ph.D., menekankan pentingnya membangun kerja sama yang dilandasi keikhlasan demi mewujudkan “fisika berdampak”. Beliau juga mengingatkan bahwa berbagai program PSI perlu dikomunikasikan secara efektif kepada seluruh anggota melalui koordinator yang ditunjuk di setiap perguruan tinggi. Dengan demikian, seluruh informasi dan program organisasi dapat dipahami dan diimplementasikan secara lebih merata.
Salah satu isu yang mengemuka dalam pertemuan ini adalah perlunya peningkatan kualitas luaran kegiatan ilmiah. Selama ini, sebagian besar kegiatan masih menghasilkan sertifikat sebagai luaran utama. Ke depan, PSI diharapkan dapat mendorong peningkatan publikasi ilmiah dan bentuk kontribusi akademik lainnya yang lebih berdampak.
Dalam forum tersebut juga disampaikan pengelompokan program kerja PSI ke dalam tiga fokus utama. Fokus pertama adalah bidang fisika dan pengembangan sains serta teknologi yang dikoordinasikan oleh Fuad Anwar. Fokus kedua adalah bidang pendidikan fisika yang dikoordinasikan oleh Prof. Siska. Fokus ketiga adalah penguatan relasi kelembagaan dengan industri dan berbagai organisasi profesi guna menghasilkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan adanya pembagian fokus tersebut, koordinasi program tidak harus selalu melalui ketua PSI, tetapi dapat langsung melalui koordinator bidang masing-masing.
Pada aspek pengembangan jejaring, PSI DIY–Jateng berencana melakukan audiensi dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dan Gubernur Jawa Tengah. Langkah ini bertujuan memperoleh dukungan terhadap berbagai program pengembangan fisika di daerah sekaligus mempromosikan kontribusi fisika dalam pembangunan wilayah. Untuk itu, dibutuhkan berbagai informasi dan capaian yang dapat diangkat sebagai bahan komunikasi kepada pemerintah daerah.
Dalam kesempatan yang sama, disampaikan pula informasi dari Sidang Majelis PSI yang sedang berlangsung di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Fuad Anwar hadir mewakili PSI sebagai Ketua I dan Sekretaris. Berdasarkan data yang dipaparkan, Cabang DIY–Jateng merupakan salah satu cabang terbesar dengan 28 institusi anggota dan sekitar 242 anggota individu. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan beberapa cabang lainnya, termasuk Surabaya yang memiliki sekitar 90 anggota.
Pertemuan juga menyoroti rencana pemerintah untuk membangun pembangkit listrik dengan kapasitas total mencapai 100 GW. Menurut peserta forum, masyarakat perlu memperoleh pemahaman yang memadai mengenai aspek ilmiah dan teknologi dari program tersebut. Oleh karena itu, PSI diharapkan dapat berperan aktif dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sebagai wujud nyata implementasi konsep “fisika berdampak”.
Di akhir pertemuan, peserta juga mendiskusikan rencana lokasi penyelenggaraan pertemuan ilmiah berikutnya yang akan ditetapkan melalui koordinasi lebih lanjut dengan institusi anggota. Diharapkan kegiatan-kegiatan PSI ke depan semakin memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi, meningkatkan produktivitas ilmiah, serta memperluas kontribusi fisika bagi masyarakat dan pembangunan nasional.


