Pengajian Maulid Nabi UAD: Cinta Rasulullah Dibuktikan dengan Mengikuti Sunahnya
Dosen, karyawan dan tendik Magister Pendidikan Fisika mengikuti Pengajian Maulid Nabi Muhammad saw. pada Jumat (21/8/2026) di Masjid Islamic Center UAD. Pengajian bertema **“Meneladani Nabi: Menjaga Keistiqamahan dalam Ibadah, Merawat Kesehatan dalam Bekerja”** tersebut menghadirkan dr. H. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes., Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sebagai penceramah.
Dalam kajiannya, dr. Agus menjelaskan bahwa kecintaan kepada Rasulullah saw. tidak cukup hanya diungkapkan melalui lisan dan pembacaan selawat. Cinta kepada Nabi harus dibuktikan dengan mengikuti sunah dan meneladani kehidupan beliau. Hal ini selaras dengan hadis yang menerangkan bahwa seseorang akan dikumpulkan bersama orang yang dicintainya.
Menjawab pertanyaan mengenai pembacaan selawat dengan nada, ia menjelaskan bahwa penggunaan nada pada dasarnya diperbolehkan selama dilakukan secara wajar, tetap menjaga adab, dan tidak disertai unsur yang dilarang. Suatu hal yang pada dasarnya halal dapat menjadi terlarang karena faktor lain yang menyertainya (*halālun liżātihī, ḥarāmun lighairihī*).
Keteladanan Rasulullah saw. mencakup seluruh aspek kehidupan, mulai dari ibadah, akhlak, kehidupan keluarga, hubungan sosial, hingga cara menghadapi orang yang menghina atau menyakiti beliau. Rasulullah menunjukkan kesabaran, kasih sayang, dan keteguhan dalam menjalankan dakwah, termasuk ketika menghadapi perlakuan keras di Thaif.
Dalam aspek kesehatan, Rasulullah saw. memberikan teladan melalui kebiasaan aktif bergerak, mengonsumsi makanan secara seimbang dan tidak berlebihan, serta mengatur waktu istirahat dan ibadah. Beliau terbiasa tidur setelah Isya, kemudian bangun pada akhir malam untuk beribadah. Pola hidup tersebut mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara bekerja, beribadah, dan merawat kesehatan.
Melalui pengajian ini, sivitas akademika UAD diajak menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah saw. dengan menghidupkan sunahnya secara konsisten dalam kehidupan pribadi, keluarga, pekerjaan, dan kehidupan bermasyarakat.


